Zat Pengawet Makanan Alami
Pengawet pada produk makanan atau minuman sudah
menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam industri makanan. Apalagi
perkembangan zaman menuntut produk makanan dan minuman yang serba praktis,
tahan lama dan memiliki tampilan menarik. Solusi yang dilakukan industri
pangan adalah menambahkan bahan pengawet agar kualitas produk meningkat dan
tahan lama. Sebenarnya ada cara aman dan sehat dalam mengawetkan makanan,
yaitu mengawetkan makanan secara alami.
Mengenal
Jenis Pengawet Makanan
Kualitas makanan ditentukan oleh cita rasa, tekstur, warna
dan nilai gizi. Untuk meningkatkan kualitas mutu nilai pangan, pengawetan
makanan bisa meningkatkan kualitas produk makanan. Seperti pada tujuan
menambahkan pengawet makanan adalah memperpanjang daya simpan dengan cara
mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembusuk.
Pengawet makanan digolongkan menjadi dua, pertama pengawet
alami yang bisa diperoleh dari bahan makanan segar seperti bawang putih,
gula, garam dan asam. Golongan kedua adalah pengawet sintetis. Pengawet
ini merupakan hasil sintesis secara kimia. Bahan pengawet sintetis mempunyai
sifat lebih stabil, lebih pekat dan penggunaannya lebih sedikit. Kelemahan
pengawet sitetis adalah efek samping yang ditimbulkan. Pengawet sintetis
dipercaya bisa menimbulkan efek negatif bagi kesehatan, seperti memicu
pertumbuhan sel kanker akibat senyawa karsinogenik dalam pengawet. Contoh
dari pengawet sintetis adalah nastrium benzoat, kalium sulfit dan nitrit.
Penambahan pengawet alami jauh lebih baik karena dampak buruknya terhadap
kesehatan lebih kecil.
Selain bahan pengawet di atas, masih ada jenis pengawet
alternatif yang diperoleh dari bahan pangan segar seperti bawang putih, gula
pasir, asam jawa dan kluwak. Bahan-bahan ini dapat mencegah perkembangbiakan
mikroorganisme pembusuk. Diantaranya :
|
Senin, 22 April 2013
resep Bolu Gulung Roti Tawar
Senin, 08 April 2013
zahro catering service
ZAHRO CATERING SERVICE
Alamat : Jl. Godang Balong, No.
8, Gandikan, Bojong, Tretep
Temanggung 56259
Zahro
catering service merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan makanan
secara pemesanan. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2008 dengan pekerja awal 4
orang. Disini, produk yang dihasilkan berupa makanan ringan, kue basah, kue
kering, aneka masakan dll. Yang biasa dipesan untuk acara rapat ataupun
tasyukuran. Perusahaan ini berdiri dengan tujuan untuk bersaing dipasaran
dengan mutu tinggi, bervariasi serta inovatif.
Struktur Organisasi
Direktur utama :
Latifah zahro
Bendahara :
khairul azis
Sekretaris :
siti zulaikah
Pemasaran :
bayu prasetyo
Jumlah pekerja : 18 orang
Senin, 11 Februari 2013
Analisa Laboratorium Aerofood ACS
ANALISA TPC UNTUK MAKANAN SIAP SAJI (MEAL)
Caranya adalah dengan menimbang 20-30 gram sample masukkan dalam 180 ml larutan BPW (Buffer Peptone Water) yang telah di sterilkan
sebagai pengenceran 10-1. Kocok sampai homogen dengan stomacher. Sample yang telah diencerkan kemudian diambil 1 ml untuk
di masukkan ke petri dish (-1 coli, artinya pengenceran pertama untuk analisa
coli), dan mengambil lagi 1 ml untuk dimasukkan ke dalam 9 ml aquadest yang
telah di sterilkan sebagai pengenceran 10-2, dan diambil lagi 1 ml
untuk dituangkan ke dalam petri dish (-2 coli dan -2, artinya pengenceran kedua
untuk coli dan salmonella). Mengambil 1 ml lagi untuk diencerkan ke dalam 9 ml
aquadest steril sebagai pengenceran ketiga , diambil 1 ml dituangkan ke dalam
petri dish (-3, artinya pengenceran ketiga untuk analisa salmonella).
Mengambil 1 ml lagi untuk diencerkan ke dalam 9 ml aquadest steril sebagai pengenceran keempat, diambil
1ml dituangkan ke dalam petri dish (-4, artinya pengenceran keempat untuk
analisa salmonella). Menuagkan 10 ml agar ke dalam ke lima petri tersebut.
Meal
|
bakteri
|
Agar
|
-1 coli
|
Escericia colli
|
Cromocult
|
-2 coli
|
Escericia colli
|
Cromocult
|
-2
|
Streptococus Aureus
|
PCA
|
-3
|
Streptococus Aureus
|
PCA
|
-4
|
Streptococus Aureus
|
PCA
|
Agar yang baru dituangkan dibiarkan hingga membeku selama
kurang lebih 15 menit. Kemudian dimasukkan ke dalam inkubator dengan ketentuan
untuk analisa coli selama 24 jam dan untuk analisa salmonella selama 48 jam.
Penanganan QC
Quality
control adalah suatu pengawasan dan pengendalian mutu yang dilakukan pada
setiap tahap / stasiun proses pembuatan ice cream mulai
dari tahap bahan baku yang datang dari supplier sampai produk jadi yang siap
dikonsumsi.
Tujuan
quality control : untuk mengawasi dan mengendalikan proses pembuatan ice cream
sehingga dihasilkan produk jadi yang sesuai dengan standart mutu atau
persyaratan yang telah ditetapkan.
Pengawasan
mutu yang dilakukan oleh PT. AEROFOOD
ACS terdiri
atas beberapa
bagian, yaitu:
RECEIVING
Pengawasan
mutu barang masuk dicheck dari saat barang masih di dalam mobil sampai barang
disimpan di dry store, frozen atau chiller.
Pengecekan
di dalam mobil biasanya untuk barang- barang dalam bentuk kemasan yang disimpan
dalam chiller atau frozen, seperti Yakult, Yogurt, Milk, Cheese dan masih
banyak lagi. Suhu mobil pengangkut barang dan suhu barang di check menggunakan
Gun (alat pengecek suhu). Target suhu kendaraan (vehicle) yaitu 50C
untuk chiller item dan (–18)0C untuk frozen item. Sedangkan suhu
barang antara 0 - 50C untuk chiller item dan (–8) 0C /
17,60F untuk frozen item. Jika suhu barang 5-80C maka
barang harus segera masuk chiller dan supplier dibuatkan berita acara. Dan jika
suhu barang > 80C maka barang di reject. Jika suhu kendaraan
(vehicle) tidak mencapai target namun suhu produk sesuai standar maka barang
diterima.
AEROFOOD ACS
SEJARAH
PERUSAHAAN
PT
Aerowisata merupakan anak perusahaan dari Garuda Indonesia. Terdapat beberapa unit perusahaan di bawah
pengawasan PT Aerowisata yang bergerak dalam bidang catering, tour, dan travel
serta transportasi. Unit usaha yang
bergerak di bidang catering adalah PT Aerofood Indonesia. Kegiatan dari perusahaan ini bergerak dalam
jasa makanan (catering) penerbangan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan
pelayanan makanan dan minuman serta pelayanan kabin dan laundry.
Kegiatan perusahaan ini meliputi pengelolaan, penyiapan, sampai dengan
pelayanan perbekalan untuk pesawat.
PT Aerofood Indonesia dibangun karena adanya pemisahan
bagian pembekalan pesawat dari Garuda Indonesia Airways. Pada tahun 1970-1974, perusahaan ini bernama
Garuda Airlines Flight Kitchen yang berlokasi di Kemayoran Internasional
Airport. Pada tanggal 23 Desember 1974
PT Garuda Indonesia Airways menjalin hubungan dengan Dairy Farm dalam hal
manajemen dan permodalan sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Aero Dairy
Farm Catering Service. Pada September
1975, PT Aero Dairy Farm Catering Service membuka dapur penerbangan yang lebih
besar dan dilengkapi dengan fasilitas yang telah memadai di Bandara Halim
Perdanakusuma. Setelah seluruh saham
yang dimiliki Dairy Farm dibeli oleh Garuda Indonesia Airways, maka tanggal 23
Desember 1981 berubah nama menjadi PT Aero Garuda Catering Service kemudian
pada tanggal 29 November 1982 berganti nama kembali menjadi PT Angkasa Citra
Sarana Catering Service dengan merek dagang Aerowisata Catering Service. Tanggal 30 Maret 1985, setelah Bandara
Internasional Soekarno-Hatta diresmikan, kegiatan dapur penerbangan yang berada
di Bandara Halim Perdanakusuma dan Kemayoran dipindahkan ke Bandara
Soekarno-Hatta dilayani oleh PT. Aerofood Indonesia. PT. Aerofood Indonesia mulai membuka
cabang-cabang di beberapa daerah untuk dapat meningkatkan serta memajukan
pelayanan jasa boga dalam penerbangan.
Beberapa cabang tersebut ada yang berlokasi di Bali yang didirikan pada
tahun 1975, Medan pada tahun 1987, Surabaya pada tahun 1991 dan Biak pada tahun
1993.
Semakin berkembangnya PT Aerowisata ini, maka perusahaan flight catering termasuk dalam enam besar industri jasa makanan penerbangan untuk wilayah Asia Tenggara. PT. Aerofood Indonesia juga mendapatkan penghargaan ISO 9002 yang menunjukkan bahwa PT. Aerofood Indonesia adalah industri jasa makanan penerbangan yang baik.
VISI
DAN MISI PERUSAHAAN
Visi
Perusahaan
Menjadi salah satu perusahaan penyedia “Layanan In-Flight
Service” terbaik di ASEAN daan terkemuka dalam industri makanan dan minuman.
Misi
Perusahaan
1.
Senantiasa
menyajikan kualitas terbaik dalam layanan “In-Flight Sarvice” dan “Industial F
& B Service” melalui penerapan operational excellence.
2.
Membangun
hubungan kemitraan jangka panjang yang efektif melalui customer intimacy.
3.
Menerapkan
budaya I-FRESH guna memaksimalkan nilai-nilai perusahaan bagi para pemangku
kepentingan.
STRUKTUR ORGANISASI
Orgainisasi adalah suatu penempatan
karyawan yang dilakukan pembatasan tugas dan tanggung jawab serta penempatan
hubungan kerja di antara unsur - unsur organisasi, sehingga orang – orang yang
bersangkutan dapat bersama - sama seefektif mungkin guna mencapai tujuan
bersama yang telah ditentukan.
Struktur organisasi PT Aerofood ACS
terbagi atas bagian produksi dan non produksi. Yang dipimpin oleh seorang
General Manager yaitu S Hartoto . Bagian produksi terdiri dari bagian:
1.
HQAM :
Dammy Y
2.
Enegeneering : Lilik Nuryanto
3.
House Keeping : Rudi Sanyoto
4.
Store :
Larantuka
5.
Production : Mr. Renne (Excecutive Cheif)
6.
Operation :
Januardi (Foreign Airline), Rigi Saputra (Garuda Airline)
Pada bagian non produksi terdiri dari:
1.
Information Technology : Stiff Plantumenten
2.
Security : Ricky T.Cate
3.
Finance : Eko Riyanto P.D.
4.
Accounting :
Iwan Swtiawan
KETENAGAKERJAAN
Tenaga kerja merupakan komponen yang sangat diperlukan oleh perusahaan. Di
sisi lain, populasi pekerja adalah bagian dari lingkungan perusahaan. Secara
sederhana para pekerja adalah pegawai dari perusahaan dan sekaligus anggota
masyarakat di mana perusahaan berada.
PT. Aerofood ACS memiliki tenaga kerja
sebanyak ± 2000 orang yang tersebar di berbagai departemen dengan tingkat
pendidikan yang beragam.
Tenaga kerja dalam PT. AEROFOOD ACS dibedakan atas dasar :
1. Status Pekerja
A.
Karyawan tetap
Karyawan tetap adalah Karyawan yang terikat
dalam suatu hubungan kerja dengan perusahaan, tidak didasarkan atas jangka waktu tertentu atau selesainya
pekerjaan tertentu.
B.
Karyawan
kontrak
Karyawan kontrak biasanya orang asing
atau orang yang memiliki keahlian khusus, dikontrak selama setahun dan dapat
diperpanjang jika kinerjanya bagus.
C.
Karyawan
Harian
Karyawan
harian merupakan karyawan
yang dibayar per hari, dan biasanya adalah karyawan yang dipekerjakan pada saat
musim haji dan liburan karena pada musim ini jumlah permintaan meningkat.
Jumat, 27 April 2012
Bahan Kimia Berbahaya pada Makanan
Macam-macam bahan kimia berbahaya:
Bahan kimia yang digunakan sebagai tambahan makanan yang dikategorikan berbahaya di antaranya adalah sebagai berikut :
1. Pengawet Berbahaya . Biasanya terdapat dalam bentuk : Formalin, Benzoat (bila terlalu banyak), dll.
2. Pewarna Berbahaya . Biasanya terdapat dalam bentuk : pewarna merah Rhodamin-B, pewarna kuning Methanyl Yellow, dll.
3. Pemanis Buatan (yang berlebihan) . Biasanya terdapat dalam bentuk : Natrium (sodium) – Saccharine (sakarin), Na-Cycla-mate (siklamat), aspartame, sorbitol, dll.
4. Pengenyal (Bakso) Berbahaya . Biasanya dalam bentuk : Boraks, dll.
Dampak negatif bagi kesehatan manusia: Terdapat banyak efek (dampak) negatif penyalahgunaan (kontaminasi) bahan kimia ber-bahaya yang dipakai sebagai bahan tambahan pangan. Di antara efek negatif yang sering muncul adalah :
- Keracunan, mulai gejala ringan hingga efek yang fatal (kematian).
- Kanker, seperti kanker leher rahim, paru-paru, payudara, prostat, otak, dll.
- Kejang-kejang, mulai tremor hingga berat.
- Kegagalan peredaran darah (gangguan fungsi jantung, otak, reproduksi, endokrin).
- Gejala lain, seperti : muntah-muntah, diare berlendir, depresi, gangguan saraf, dll.
- Gangguan berat, seperti : kencing darah, muntah darah, kejang-kejang, dll.
A.FORMALIN
Peruntukkan sebenarnya Pengawet mayat, disinfektan, antiseptik, anti jamur, fiksasi jaringan, industri tekstil dan kayu lapis, juga sebagai germisida dan fungisida (pada tanaman/sayuran), sebagai pembasmi lalat dan serangga lainnya. Formalin sering dipakai untuk mengawetkan produk mie basah, tahu, dan ikan segar.
Tanda-tanda penyimpangan pada produk
- Tahu : lebih kenyal, bisa tahan hingga 2 hari, tidak dikerubungi lalat, terdapat bau khas formalin, dll.
- Mie kuning : lebih kenyal, bisa tahan 2-3 hari (kalau tidak pakai hanya bertahan 4-6 jam), tidak dikerubungi lalat, memi-liki warna lebih terang dari biasanya, terdapat bau khas formalin.
- Ikan segar : lebih awet, nampak sekilas lebih segar, tekstur awet, tidak dikeru-bungi lalat, dll. Bau khas formalin mem-buat lalat enggan mendekat.
B. BORAKS
Peruntukkan sebenarnya banyak dipakai untuk mematri logam, proses pembuatan gelas dan enamel, sebagai pengawet kayu, dan pembasmi kecoa.
Penyimpangan pada industri pangan banyak dipakai pada : bakso, kerupuk karaks, mie bakso, tahu, batagor, pangsit.
Efek (dampak) negatif bagi tubuh
Pemakaian yang sedikit dan lama akan terjadi akumulasi (penimbunan) pada jaringan otak, hati, lemak, dan ginjal. Pemakaian dalam jumlah banyak mengakibatkan demam, anuria, koma, depresi, dan apatis (gangguan yang bersifat sarafi).
C. RHODAMIN – B
Rhodamin – B (Rhodamin – B) adalah pewarna sintetis berbentuk kristal, tidak berbau, berwarna merah keunguan, dalam larutan berwarna merah terang berpendar.
Peruntukkan sebenarnya pewarna kertas, tekstil, dan cat tembok.
Penyimpangan pada industri pangan banyak dipakai pada : minuman (es mambo, limun, syrup), lipstik, permen, obat, saos.
Efek (dampak) negatif bagi tubuh. Jika terhirup dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan. Dapat pula menimbu-kan iritasi pada kulit, iritasi pada mata (kemerahan, oedema pada kelopak), iritasi pada saluran pencernaan (keracunan, air seni ber-warna merah, kerusakan ginjal), dll. Akumulasi dalam waktu lama berakibat gangguan fungsi hati hingga kanker hati, merusak kulit wajah, pengelupasan kulit, hipopigmentasi, hiperpigmentasi.
Langganan:
Postingan (Atom)